Libur seharian di taipe?
Asalamualaikum
Mungkinkah, libur sehari saja di Taipei sudah dapat berkunjung ke banyak tempat, seperti sebuah istilah umum “Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui”. Kenapa tidak, sekalipun bila di bandingkan dengan negara tercinta, biaya yang harus di keluarkan di negara keturunan orang Cina ini lebih besar. Namun gak menutup kemungkinan untuk kita yang lagi kere, atau berbiaya minim tidak dapat menikmati keindahan Taipei lo. Sebagai ibu kota negeri Formosa, Taiwan, cukup banyak daerah wisata yang cukup menarik dan tentunya murah bagi para pelancong maupun PMI. Terutama bagi teman-teman yang sudah berada di Taiwan dan bingung ketika ingin liburan, dan bagi yang masih di Indonesia ya perlu lebih banyak pengeluaran tentunya. Terlebih, bekerja di Taiwan memang tak sebebas di banyak negara lain, terutama dalam meminta libur atau cuti.
Seperti minggu kemarin, tepatnya di tanggal 18 Agustus sehari setelah hari kemerdekaan Indonesia. Bertepatan pula dengan sembahyang bulan hantu, entahlah apa maksudnya itu, tapi mereka memiliki kepercayaan yang cukup banyak tak ku ketahui. Juga keadaan yang tidak memiliki banyak alat pembayaran, yah biasa telat atau mungkin di sengaja. Namun janji yang sudah tersusun beberapa bulan lalu harus tetap terlaksana sekalipun hujan berkunjung. Untungnya tempat yang ku huni dekat dengan MRT, sehingga memudahkan ku untuk menjelajahi beberapa tempat wisata di Formosa ini.
Tempat pertama yang menjadi tujuanku saat itu adalah Tsamsui, terletak paling pojok di jalur merah MRT. Menariknya, di tempat ini selain di suguhi pemandangan yang cukup menarik, ada tempat lain yang menjadi daya tarik tersendiri. Ialah Bali, iya Bali tempat itu juga bernama Bali mirip pulau dewata kebanggaan Indonesia. Sama-sama harus menyeberang untuk kesana, juga sama-sama memiliki pantai yang indah. Namun keindahannya aku tak dapat menjelaskan, ya memang aku tak pernah berkunjung ke pulau pemilik tari pendet itu.
Untuk menyeberang ke Bali, di anjurkan untuk menggunakan kapal yang sudah di sediakan di sana. Hanya dengan membayar 65 Nt, atau setara dengan Rp. 29.000 kita dapat pelayanan untuk pulang pergi dari Tsamsui ke Bali. Sama seperti pantai atau tempat wisata lainnya, selain di suguhkan pemandangan yang indah, banyak penjual makanan maupun suvenir di sana.
Setelah merasa cukup, segera ku putuskan menuju tempat lain yang masih berada di jalur merah. Chiang Kai Shek Memory Hall atau sering di sebut CKS, yang terdiri dari beberapa bangunan bersejarah di masanya. Jarak antara bangunan satu ke yang lain juga tidak cukup jauh, sehingga pengujung dapat leluasa mengambil gambar di sana. Setelah puas mengelilingi museum itu kami memutuskan untuk ke stasiun Taipei, menurutku di sinilah tempat paling menarik.
Selain menjadi pusat stasiun di Taipei, juga menjadi tempat wisata yang banyak di minati oleh pengunjung, termasuk para imigran yang menetap di sana maupun sementara. Mengapa demikian, tentu saja selain tempatnya yang terjangkau oleh banyak kendaraan, terutama bis yang juga menjadi terminal bis dari luar maupun dalam kota. Tempat itu juga cukup luas, tak heran bila sering kali di adakan kegiatan di sana. Terutama dari para PMI itu sendiri, contohnya di minggu kemarin bertepatan kemerdekaan Indonesia . Organisasi Islam di Taiwan mengundang Gus Miftah untuk mengisi pengajian di sana. Selain itu juga banyak di adakan lomba Agustusan dari berbagai komunitas resmi Indonesia di Taiwan. Juga ada pertunjukan reog Ponorogo yang berasal dari wilayah penulis di Indonesia. Terasa di negara sendiri, di kelilingi banyak teman dengan berbagai bahasa, budaya juga wilayah tentunya. Ada rasa bangga ketika tak hanya warga negara Indonesia saja yang menjadi penonton dari serangkaian perataan tersebut.
Aku bahkan bertemu dengan beberapa warga Jepang, Korea juga warga taiwan itu sendiri. Namun hal yang lebih penting adalah rasa rindu yang terobati setelah cukup lama berada di tengah-tengah warga asing, dengan bahasa asing pula. Jadi tak heran, bila banyak air mata yang tertumpah saat bertemu kawan-kawan di sana. Sehari mendengar sekeliling dengan bahasa yang sama, itu sungguh luar biasa bagi kami. Setidaknya mampu sedikit menjadi obat rindu pada kampung halaman yang terpaksa di tinggalkan.
Mungkin bagi sebagian orang terlihat cukup lebay atau terlalu berlebihan, namun bagi mereka yang merasakan merantau. Jauh dari keluarga, sodara, bahkan dengan bahasa yang berbeda itu akan menjadi pemahaman lain. Setidaknya banyak hal yang dapat kita ambil hikmahnya dari merantau, terutama di saat hari-hari besar nasional yang hanya mampu kita dengar dari telepon maupun berita saja. Namun itulah risiko yang harus di tanggung para rantau an, yang bahkan ketika sakit pun kita tetap di tuntut untuk profesional. Pokoknya ngalahin artis yang lagi akting baik-baik saja sampai bahan tangis gitu, yang jelas sakitnya itu beneran.
Oya di stasiun Taipei ini jangan di bayangin bakal nemuin pemandangan layaknya stasiun lain ya, tentunya berbeda dong. Apalagi menjadi tempat favorit PMI nongkrong di sana, dan kalau rindu makanan Indonesia tercinta. Di sekitar sana ada kok penjual atau warung-warung yang nyediain makanan kas Indo banget. Lalu ada satu kereta mati yang dapat di pakai untuk Selfie, atau beberapa patung dan baygroun di sana juga bagus.
Lalu selanjutnya mari kita berselancar ke bawah tanah, yang sangat panjang dan berliku-liku layaknya sarang semut. Kalau di sini penulis paling gak bisa kalau gak beli, pasti sekalipun cuma baju murahan, jam atau aksesorisnya lainnya yang bikin ngiler banget bagi yang doyan belanja. Ada dua arah yang wajib di jelajahi arah memanjang yang menuju pintu keluar dari Y1-sampai Y21 apa lebih ya, soalnya aku pribadi gak pernah sampai ke sana. Paling juga Cuma ke Y13 yang menjadi jalan keluar terdekat menuju rumah si bos. Namun jangan sala, keluar dari bawah tanah kita masih akan di suguhi pemandangan yang menggoyang lidah. Apalagi kalo bukan pasar malam Ning Xia, jajanan khas Taiwan di suguhkan dengan menarik di sana. Selesai dari pasar malam kita menuju Carefour, yang terletak di samping kantor polisi.
Sampai di sini saja ya ulasan ku tentang beberapa tempat menarik di Taiwan, masih banyak sih namun aku sendiri belum cukup puas menikmati wisata di sini. Jadi bagi yang ingin liburan ke Taiwan, terutama yang dari Indonesia. Jangan lupa untuk cari info dulu ya, biar tidak kesasar maupun salah ambil tempat yang seharusnya di kunjungi di sini. Semoga tulisan yang acak-acak kan ini cukup berguna bagi semua, terutama bagi penulis sendiri. Wassalamualaikum wr. Wb.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar