Kata siapa aku diam saja
Setelah begitu saja terpaksa melupakannya
Terpaksa meninggalkan
Apa yang telah membuka jalanku lebar
Sulit
Desakan rasa kian menghimpit
Ciptakan sensasi sesak berkepanjangan
Sekalipun hari ini akan datang
Benar
Diam dan menjadi penonton aktif
Adalah keputusan terbaik
Karena ketika kau bersuara
Mungkin kan di depak paksa bukan
Ah sudahlah
Terlanjur terjadi
Tak pantas lagi di sesali
Kini aku hanyalah sampah
Dengan sayap-sayapku yang patah
Biarkan seperti ini
Hingga kelak ku mampu obati
Setiap goresan luka
Juga memudarnya canda tawa dengan mereka
Sangat sulit menyadari
Bukan lagi bagian dari terinti
Tak akan lagi kutemukan
Rangkaian kehangatan yang lebih indah dari ini
Selamat tinggal
Kebersamaan yang kini hanya mampu ku kenang
Kerinduan yang tak akan mungkin tertuang
Juga sedikit iri yang akan terus bersemi nanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar